• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Mal Dibuka saat PPKM, DPD RI: Ayo Bantu Pemulihan

Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti / Foto: AR Arpas/Kilat.com
Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti / Foto: AR Arpas/Kilat.com

JAKARTA, kilat.com - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung kembali dibukanya mal dan pusat perbelanjaan dalam perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlaku hingga 16 Agustus 2021. Menurutnya, perekonomian akan menggeliat kembali dengan kebijakan tersebut.

Hanya saja, pembukaan mal diujicoba terlebih dulu di beberapa kota sebelum diterapkan permanen secara nasional.

Uji coba dilakukan di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang, dengan kapasitas 25% selama seminggu dengan jam operasional pukul 10.00-20.00 WIB.

"Pembukaan mal dan pusat perbelanjaan akan membantu sektor ritel dan mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) karena akan meningkatkan daya beli masyarakat," kata LaNyalla dalam keterangan tertulis yang diterima Kilat.com, Rabu (11/8/2021).

Meski demikian, Senator asal Jawa Timur itu dengan tegas meminta pengelola mal untuk memantau kapasitas pengunjung agar sesuai dengan aturan.

Baca Juga :
PKB Minta Dana Abadi Pesantren Segera Direalisasikan

LaNyalla juga mengingatkan pengelola mal dan pusat perbelanjaan untuk tegas menolak masuk anak-anak dengan usia di bawah 12 tahun dan orang tua dengan usia di atas 70 tahun, karena memang dilarang.

"Harapannya ke depan bioskop, tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan yang ada di pusat perbelanjaan, mal, dan pusat perdagangan yang saat ini masih ditutup juga bisa mulai dibuka. Oleh karena itu penting sekali agar uji coba pembukaan mal ini berhasil agar semakin banyak sektor yang mendapat kelonggaran," ujar LaNyalla.

Yang harus diingat, restoran, rumah makan, dan kafe yang berada di mal dan gedung tertutup, masih diharuskan menerapkan take away atau delivery.

Sedangkan di ruang terbuka, sudah diizinkan makan di tempat (dine in) dengan durasi selama 20 menit dan protokol kesehatan ketat maksimal sampai pukul 20.00 WIB dan kapasitas maksimal 25%.

Salah satu syarat untuk masuk ke mal dan pusat perbelanjaan lainnya adalah vaksinasi Covid-19. LaNyalla pun mengingatkan masyarakat segera mengunduh aplikasi PeduliLindungi yang menjadi sarana bagi pengunjung untuk memperlihatkan sertifikat vaksin.

Baca Juga :
Kemenkum HAM Bantu Mediasi Pengunaan Lagu 'Aku Papua' Tanpa Izin

"Masyarakat harus memahami betul bahwa vaksinasi menjadi syarat untuk bisa masuk ke dalam mal maupun pusat perbelanjaan. Maka saya mengimbau agar masyarakat segera mengikuti program vaksinasi Covid yang nantinya akan menjadi persyaratan dalam kita kembali beraktivitas normal," tuturnya.

Mantan Ketua Umum PSSI ini juga meminta pengelola mal memastikan persiapan infrastruktur saat pemeriksaan sertifikat vaksin agar tidak terjadi kerumunan saat pengunjung dan karyawan hendak masuk ke mal.

PeduliLindungi sendiri merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Covid.

Aplikasi ini juga bisa digunakan di fasilitas publik seperti restoran dan mal karena telah dilengkapi dengan pemindai QR code check in.

Baca Juga :
KPAI Pastikan Pelayanan Tak Terganggu Pasca Data Pengaduan Bocor

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA