Rabu, 7 Desember 2022

Duh! Stadion Kanjuruhan Tak Diverifikasi Jelang Bergulirnya Liga 1, Terakhir 2020

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 06:18 WIB
Ribuan suporter Sriwijaya FC menggelar malam berkabung atas Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, di Lapangan Sepak Bola Komplek Pakri Jalan Bambang Utoyo Palembang, Senin (3/10) malam. (ANTARA/M Riezko Bima Elko P)
Ribuan suporter Sriwijaya FC menggelar malam berkabung atas Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, di Lapangan Sepak Bola Komplek Pakri Jalan Bambang Utoyo Palembang, Senin (3/10) malam. (ANTARA/M Riezko Bima Elko P)
<p> p><p><b>JAKARTA, kilat.com-b> <a href="https://www.kilat.com/tag/Kapolri">Kapolria>, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan fakta di Stadion tak diverifikasi jelang bergulirnya Liga 1 2022/2023. p><p>Saat konferensi pers di Mapolres Malang Kota pada Kamis (6/10/2022) malam WIB, <a href="https://www.kilat.com/tag/Kapolri">Kapolria> mengatakan verifikasi stadion terakhir kali dilakukan tahun 2020. Hal itu diketahui dari hasil pendalaman olah tempat kejadian perkara di Tragedi<a href="https://www.kilat.com/tag/-Kanjuruhan"> Kanjuruhana>. p><p>"Kemudian kita melakukan olah TKP, berdasarkan hasil pendalaman, ditemukan bahwa PT LIB selaku penyelenggara Liga 1 tidak melakukan verifkasi terhadap Stadion<a href="https://www.kilat.com/tag/-Kanjuruhan"> Kanjuruhana>," ujar Listyo Sigit. p><p>Daftar Kesalahan LIB dan Panpel Arema di Tragedi<a href="https://www.kilat.com/tag/-Kanjuruhan"> Kanjuruhana> p><p>"Verifikasi terakhir dilakukan tahun 2020, dan ada beberapa catatan yang seharusnya dipenuhi, khususnya terkait dengan masalah keselamatan bagi penonton. Di tahun 2022 tidak dikeluarkan verifikasi dan menggunakan hasil yang digunakan tahun 2020 dan belum ada perbaikan terhadap catatan hasil verifikasi tersebut," ia melanjutkan. p><p>Selain itu, <a href="https://www.kilat.com/tag/Kapolri">Kapolria> juga menyampaikan ditemukan fakta pihak panpel telah lalai. Hal ini dikarenakan tidak ada rencana darurat yang disiapkan untuk menangani situasi khusus dengan kondisi penonton yang mencapai hampir 42 ribu di Stadion<a href="https://www.kilat.com/tag/-Kanjuruhan"> Kanjuruhana>. p><p>"Kemudian ditemukan fakta juga penonton yang kemarin datang hampir 42 ribu pada saat kami dalami dari panpel tidak menyiapkan rencana darurat untuk menangani situasi khusus sebagaimana diatur pasal 8 regulasi keamanan PSSI tahun 2021," katanya. p><p>Temuan ini yang pada akhirnya menjadi acuan pihak kepolisian menetapkan tiga tersangka terkait Tragedi<a href="https://www.kilat.com/tag/-Kanjuruhan"> Kanjuruhana> dari lingkup sepak bola. Ketiga orang itu adalah Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita, Panpel Arema Abdul Haris, dan Security Officer tim Singo Edan Suko Sutrisno. p><p>Tragedi<a href="https://www.kilat.com/tag/-Kanjuruhan"> Kanjuruhana> sendiri menyebabkan 131 orang meninggal dunia. Tragedi sepak bola ini menjadi yang terbesar kedua di dunia. (jri)p>

Halaman:

Editor: Anggi Tiar

Tags

Terkini

X