Rabu, 7 Desember 2022

Memilukan! Penuturan Saksi Tembok Roboh MTSN 19 Jakarta yang Tewaskan 3 Pelajar

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 05:32 WIB
Garis polisi terbentang di sepanjang tembok Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 Pondok Labu yang ambruk dan menewaskan tiga siswanya, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2022). ANTARA/Luthfia Miranda Putri/aa.
Garis polisi terbentang di sepanjang tembok Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 Pondok Labu yang ambruk dan menewaskan tiga siswanya, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2022). ANTARA/Luthfia Miranda Putri/aa.

JAKARTA, kilat.com- Hujan deras melanda wilayah Jakarta Selatan hingga merobohkan tembok pembatas sebuah sekolah, MTsN 19 Jakarta, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta selatan. Seorang karyawan sekolah, Sri Yatini, menceritakan kesaksian detik-detik kejadian tersebut.

Sri Yatini mengatakan, awal mula hujan turun, anak-anak sudah mulai keluar untuk bermain. Ia berdiri di sudut sekolah untuk memantau anak-anak yang bermain tersebut.

"Hujan deras besar, anak-anak keluar, lalu kami pantau nggak ada masalah," ungkap Sri kepada wartawan, Kamis (6/10/2022).

Sri mengatakan sebelumnya dia dan para guru sudah memberi tahu para siswa agar tidak berenang. Sri juga membantu menyelamatkan barang-barang di Kantor Tata Usaha karena banjir sudah masuk ke sekolah.

"Anak-anak sudah dilarang untuk berenang, sudah dilarang guru, karyawan, guru piket sudah larang keras. Begitu guru piket bilang jangan berenang, saya tinggal ke ruang TU karena saya menyelamatkan barang- barang di sana. Air sudah sedengkul," ujarnya.

Lalu setelah Sri menyelamatkan barang-barang di Kantor TU, dia merasakan seperti terjadi gempa. Awalnya ia tidak tahu menahu perihal tembok yang roboh.

"Begitu air masuk, langsung kaca pecah dan seperti di bawah kaki seperti terjadi gempa. Awalnya saya tidak tahu di belakang ruang guru terjadi tembok rubuh," tuturnya.

Sri mengaku sangat trauma atas kejadian tersebut. Sebab ia mendengar sendiri suara pecahan kaca akibat air banjir yang masuk dan robohnya tembok pembatas sekolah tersebut.

"Sangat trauma ya, saya dengar sendiri suara retakan kaca seperti gempa, sampai kami dan guru ucap 'Allahuakbar'. Dari arah kiblat kami seperti didorong air, saya bersama satu guru akhirnya keluar dengan memecahkan kaca juga," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Anggi Tiar

Tags

Terkini

X