Rabu, 7 Desember 2022

Nadiem Dianggap Lecehkan DPR dan Presiden, Legislator Ngadu ke Jokowi

- Rabu, 28 September 2022 | 17:15 WIB
Nadiem Makarim (Foto: Antaranews Foto)
Nadiem Makarim (Foto: Antaranews Foto)

JAKARTA, kilat.com- Wakil Ketua Baleg DPR RI Willy Aditya mengadukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim ke Presiden Joko Widodo. Willy Aditya memandang Nadiem melecehkan lembaga kepresidenan dan DPR mengenai RUU Pendidikan Kedokteran (Dikdok).

Willy Aditya membuat surat permohonan kepada Jokowi. Willy menyampaikan Nadiem tidak kunjung menindaklanjuti RUU Dikdok usai Jokowi mengirim surat presiden (surpres) ke DPR pada 2 Desember 2021.

Bersamaan dengan surpres, Jokowi menugaskan Nadiem bersama sejumlah menteri lainnya mewakili pemerintah membahas RUU Dikdok dengan membuat Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU tersebut. Tetapi Willy mengaku tidak kunjung menerima DIM RUU dari Nadiem sampai 9 bulan berselang.

Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU Dikdok ini menekankan seharusnya DIM tersebut sudah diserahkan oleh Nadiem maksimal 60 hari sejak surpres Jokowi diterima DPR, yaitu pada 14 Februari 2022. Willy mengatakan pimpinan Baleg DPR sudah mengadakan pertemuan informal dengan Nadiem, namun hasilnya nihil.

"Selain rapat kerja tersebut, pimpinan Badan Legislasi telah beberapa kali mengadakan pertemuan informal dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan Menteri Kesehatan terkait penyerahan DIM tersebut. Saudara Menteri berjanji dan meminta waktu hingga akhir Juni 2022 untuk memberikan DIM yang dimaksud. Namun hingga September 2022 ini, tidak ada kabar terkait DIM yang dijanjikan tersebut," ungkap Willy dalam suratnya.

"Bagi kami, hal ini merupakan pengabaian atas amanat atau perintah UU sekaligus merupakan bentuk pelecehan kelembagaan, baik terhadap lembaga DPR maupun lembaga kepresidenan," jelasnya.

Willy lalu menyinggung program Nawacita Jokowi yang sepadan dengan RUU Dikdok.

"RUU tentang Pendidikan Kedokteran adalah RUU yang selaras dengan kehendak dari dua poin Nawacita di atas. RUU tentang Pendidikan Kedokteran ini berkehendak membangun paradigma kesehatan yang terakses, terjangkau, dan memanusiakan manusia," jelas Willy.

Ketua DPP NasDem ini memastikan DPR beriktikad menuntaskan RUU tersebut. Dia berharap iktikad tersebut tidak malah menjadi mentah karena Nadiem tidak memenuhi fatsun politik yang dijalankan Jokowi.

Halaman:

Editor: Anggi Tiar

Tags

Terkini

X