Rabu, 7 Desember 2022

Korban Keracunan di Desa Tiudan Tulungagung Bertambah

- Senin, 26 September 2022 | 17:33 WIB
Petugas tim inafis Polres Tulungagung saat mengambil sampel nasi goreng. (Foto: Istimewa)
Petugas tim inafis Polres Tulungagung saat mengambil sampel nasi goreng. (Foto: Istimewa)
<p> p><p><b>TULUNGAGUNG, kilat.com-b> Perawat Senior Puskesmas Tiudan, Sigit Karyanto menyebutkan, jumlah yang menjalani rawat inap bertambah menjadi 8 orang pada Senin (26/9/2022).<br />p><p>Sebelumnya pada Sabtu (24/09/2022) kemarin jumlah korban yang menjalani rawat inap sebanyak 6 orang, mereka dirawat di sejumlah fasiltas kesehatan di sekitar Desa Tiudan. p><p>Sigit Karyanto mengatakan, 2 tambahan pasien ini merasakan gejala<a href="https://www.kilat.com/tag/-keracunan"> keracunana> pada Minggu (25/9/2022) kemarin, kemudian langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan. p><p>"Yang 6 kemarin belum ada yang pulang, ini tambah 2 lagi, total ada 8 orang yang dirawat inap, 3 orang di Difa Medika, 3 orang di Prima Medika dan 2 orang di Puskesmas Kauman," ujarnya pada Senin (26/09/2022). p><p>Selain itu, Sigit menjelaskan, uji laboratorium atas sampel makanan yang dikonsumsi korban akan dikirimkan laboratorium di Surabaya. p><p>Sigit merinci, selain sampel <a href="https://www.kilat.com/tag/nasi-goreng">nasi gorenga>, opak gambir dan opak matahari, merka juga akan membawa sampel styrofoam yang digunakan sebagai pembungkus makanan tersebut. p><p>"Styrofoamnya juga akan kita lihat, akan kita periksa juga, termasuk bagaimana kondisi air di lokasi penjual <a href="https://www.kilat.com/tag/nasi-goreng">nasi gorenga> ini. Karena penyebabnya bisa macam-macam, tidak hanya karena nasinya, mungkin karena proses penyajiannya juga," ucap Sigit. p><p>Sigit enggan berspekulasi lebih jauh tentang penyebab<a href="https://www.kilat.com/tag/-keracunan"> keracunana> yang terjadi. Ia juga akan meminta keterangan penjual <a href="https://www.kilat.com/tag/nasi-goreng">nasi gorenga> untuk menjelaskan dengan rinci proses pembuatan <a href="https://www.kilat.com/tag/nasi-goreng">nasi gorenga> tersebut, termasuk dengan memeriksa kondisi dan kelayakan tempat pembuatan <a href="https://www.kilat.com/tag/nasi-goreng">nasi gorenga> itu. p><p>"Kalau penyebabnya belum tahu ya, ini penjualnya juga akan kita tanya-tanya soal proses pembuatan dan macam-macamnya," terangnya. p><p>Seperti diberitakan sebelumnya, setidaknya terdapat 53 warga Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung mengalami gejala<a href="https://www.kilat.com/tag/-keracunan"> keracunana> sejak Jumat (23/9/20222) dini hari. Mereka yang<a href="https://www.kilat.com/tag/-keracunan"> keracunana> adalah peserta pengajian rutin yang dilaksanakan pada Kamis (22/9/2022) malam di musala desa setempat. p><p><b>Kontributor: Firmanto Imansyah b>p><p><b>Editor: Anggib>p>

Halaman:

Editor: Anggi Tiar

Tags

Terkini

X