KILAT.COM - Seorang wanita bernama Fatimah Zahratunnisa belakangan ini tengah menjadi viral di Twitter.
Pasalnya Fatimah Zahratunnisa yang berprofesi sebagai penyanyi ini ramai diperbincangkan, karena speak-up atas kelakuan mencurigakan dari oknum Bea Cukai.
Fatimah Zahratunnisa sempat meraih prestasi dengan memenangkan kompetisi menyanyi di Jepang.
Ketika akan mengirim pialanya ke Indonesia, Fatimah Zahratunnisa justru ditagih biaya Rp 4 juta oleh oknum Bea Cukai, yang ia duga sebagai pungli atas prestasi yang telah diraih.
Baca Juga: Siap-siap Pasal Berlapis, Mario Dandy Akan Dilaporkan Pihak David Terkait Penyebaran Video: Masih...
Bahkan, Fatimah Zahratunnisa mengaku sempat ditanya oleh oknum Bea Cukai mengenai kesanggupan jumlah uang untuk membayar piala tersebut di saat yang bersamaan.
Meski akhirnya dia tidak jadi membayar sepeser pun, namun momen buruk itu telanjur membekas bagi Fatimah Zahratunnisa.
Utas yang ramai itu sempat mendapat tanggapan dari Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo.
Dikutip Kilat.com dari akun Twitternya @prastow, Pras menuliskan permohonan maaf pada 20 Maret 2023, yang ditujukan untuk Fatimah Zahratunnisa.
“Mbak @zahratunnisaf, mewakili Kemenkeu, kami memohon maaf secara tulus atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami sungguh berempati dan menyesalkan kejadian ini (dugaan pungli),” ungkap Yustinus Prastowo.

Ia juga mendoakan Fatimah, serta berjanji akan memperbaiki pelayanan di bagian kepabeanan.
Sementara itu, Ditjen Bea Cukai juga merespons twit Fatimah pada 20 Maret 2023, melalui akun Twitter @beacukaiRI.
Artikel Terkait
Viral Penyanyi Dipalak Pegawai Bea Cukai, Stafsus Menkeu Yustinus Prastowo: Kami Mohon Maaf
Viral Netizen Komplain Kena Dugaan Pungli Bea Cukai Rp14,5 Juta, Respon Petugas Bandara Soetta: Saya Bisa Apa?
Susah-susah Prastowo Yustinus Minta Maaf, Balasan Bea Cukai pada Penyanyi yang Dipalak Malah Begini: Gak...
Netizen Curhat Dugaan Pungli Pajak Bea Cukai Rp14,5 Juta, Petugas Keceplosan: Banyak yang Kayak Kamu Kasusnya
Pengguna Twitter Curhat Soal Tas Kena Pajak Bea Cukai di Indonesia, Padahal Punya Paspor dan Tinggal di Swiss