Kamis, 30 Maret 2023

Tidak Ada Peluang Restorative Justice, Muannas Alaidid Ucapkan Terima Kasih Kepada Kejaksaan Agung: Sudah...

- Minggu, 19 Maret 2023 | 07:58 WIB
Muannas Alaidid sampaikan terima kasih pada Kejaksaan Agung. (Instagram/@muannas_alaidid, Twitter/@amrudinnejad_)
Muannas Alaidid sampaikan terima kasih pada Kejaksaan Agung. (Instagram/@muannas_alaidid, Twitter/@amrudinnejad_)

KILAT.COM - Muannas Alaidid selaku kuasa hukum saksi N, berterima kasih kepada Kejaksaan Agung karena sudah meluruskan penawaran restorative justice yang diberikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta.

Kejaksaan Agung (Kejagung) menilai bahwa kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo beserta rekannya kepada David adalah perbuatan yang sangat keji sehingga tidak ada peluang untuk melakukan restorative justice.

Atas statement yang diberikan Kejagung, Kuasa Hukum N Muannas Alaidid sangat bersyukur kalau Mario Dandy beserta rekannya tidak akan mendapatkan RJ atau restorative justice.

Melalui akun Twitternya @muannas_alaidid, Muannas berterima kasih kepada Kejagung karena sudah meluruskan pemberitaan yang dikeluarkan oleh Kajati beberapa hari lalu.

Baca Juga: Arti, Makna, dan Manfaat Sholawat Nariyah yang Diunggah Jonathan Latumahina Ayah David Ozora

“Terima kasih Kejagung yang sudah meluruskan KAJATI,” tulisnya dikutip Kilat.com pada Minggu, 19 Maret 2023.

Muannas Alaidid menilai pernyataan yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Tinggi (Kajati), tidak dilakukan secara hati-hati.

“Saya harus bilang Kajati DKI memang tidak ekstra hati-hati saat membuat pernyataan RJ (restorative justice),” lanjutnya.

“Keluar dari RS Mayapada, dihadapan media Kajati mendadak bicara soal RJ sedangkan korban belum sadar. RJ hanya dikenal bagi orang dewasa yang berkasus makanya publik banyak tidak terima kok ada perbuatan kejam MDS dan S malah penegak hukum mau mendamaikan,” tegasnya.

Baca Juga: GRATIS! 30 Link Twibbon Ramadhan 2023 1444 H dengan Berbagai Desain Menarik, Unggah di Medsos Sekarang Juga!

restorative justice adalah penyelesaian suatu masalah yang dilakukan oleh pelaku, korban, dan keluarga untuk menyelesaikan secara damai atau berdialog dan mediasi.

Muannas Alaidid menjelaskan jika restorative justice diberikan kepada AG, apabila korban (David) sudah memaafkan, proses hukum akan terus berlanjut.

“Kalo RJ ditujukan untuk AG, anak yang berkasus mestinya Kajati jangan pakai istilah RJ melainkan ‘diversi’. Meski upaya diversipun tetap tidak bisa sebab kasus David ini bukan ringan, tapi tindak pidana berat yang dilakukan antara orang dewasa bersama dengan anak yang ancamannya lebih dari 7 tahun yaitu 12 tahun penjara (Ps. 355 kuhp), sekalipun ada pemaafan dari korban proses hukum tetap lanjut,” pungkasnya.

Cuitan Muannas Alaidid yang sampaikan terimakasih kepada Kejati.
Cuitan Muannas Alaidid yang sampaikan terimakasih kepada Kejati. (Twitter/ @muannas_alaidid)

Halaman:

Editor: Yuliyanti Anggraeni

Sumber: Twitter @muannas_alaidid

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X