Kamis, 23 Maret 2023

Nong Andah Beberkan Manuver Pihak Mario Dandy Satriyo untuk Tutupi Kasus Penganiayaan: Terjadi Sejak...

- Sabtu, 18 Maret 2023 | 06:33 WIB
Nong Andah beberkan usaha Mario Dandy Satriyo tutupi kasus penganiayaan. (Kolase Instagram/ @nongandah/ Twitter/ @kurawa)
Nong Andah beberkan usaha Mario Dandy Satriyo tutupi kasus penganiayaan. (Kolase Instagram/ @nongandah/ Twitter/ @kurawa)

KILAT.COM - Proses hukum kasus penganiayaan keji yang melibatkan Mario Dandy Satriyo, Shane Lukas dan AG masih terus bergulir.

Di tengah proses hukum, gelagat manuver pihak Mario Dandy Satriyo CS untuk bisa lepas dari jerat hukum terus terbaca.

Hal ini tercermin dengan munculnya opsi restorative justice yang ditawarkan Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta dalam kasus penganiayaan Mario Dandy Satriyo CS.

Sikap Kajati DKI Jakarta tersebut sontak menuai kecaman banyak pihak. Nong Andah Darol Mahmada salah satunya.

Baca Juga: Kejati DKI Tawarkan Restorative Justice Kasus Penganiayaan David, Nong Andah: Saya Marah Sekaligus Sedih

Lewat unggahan di akun Instagram @nongandah, dia mengungkapkan, bila menengok ke belakang, upaya 'penyelamatan' Mario Dandy Satriyo CS tidak hanya terjadi kali ini.

Manuver pihak Mario Dandy Satriyo CS sudah mulai dilakukan sedari awal-awal kasus penganiayaan ini mencuat.

Nong Andah membeberkan, upaya pihak Mario Dandy Satriyio CS untuk main belakang sudah dilakukan sejak David Ozora masih dirawat di RS Medika Permata Hijau.

Tiga hari berturut-turut pihak keluarga Mario Dandy Satriyo selalu datang ke Jonathan Latumahina untuk meminta damai.

Baca Juga: Apa Itu Restorative Justice dalam Kasus Mario Dandy Satriyo: Dasar Hukum, Syarat dan Penerapannya

Iming-iming bersedia ganti rugi, berapa pun besarnya jumlah yang diminta sempat jadi amunisi yang ditawarkan pihak Mario Dandy Satriyo.

"Tapi Jow selalu menolak dan menjawab tegas kalo tindakan penganiyaan sadis kepada David harus diproses hukum," katanya.

Mendapat penolakan, upaya pihak para tersangka selanjutnya dengan memainkan sejumlah narasi. Salah satunya terkait isu pelecehan.

"Seperti yang pernah terjadi di awal-awal ketika kasus ini bergulir. Sebelumnya kita tahu ada upaya menutupi kasus ini dengan dibilang kasus perkelahian, pelecehan dll," paparnya.

Halaman:

Editor: Yuliyanti Anggraeni

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X