Kamis, 23 Maret 2023

Fenomena Pamer Kekayaan Keluarga Pejabat, Pengamat: Mereka Tak Diajari Berempati pada Kemiskinan

- Senin, 13 Maret 2023 | 12:45 WIB
Pengamat komentari fenomena keluarga pejabat pamer kekayaan. (Kilat.com/Herman Syah)
Pengamat komentari fenomena keluarga pejabat pamer kekayaan. (Kilat.com/Herman Syah)
KILAT.COM - Fenomena anak dan keluarga pejabat yang pamer kekayaan di media sosial sehingga menjadi sumber pemberitaan dan sorotan masyarakat luas.
 
Berawal dari masalah ketiadaan empati keluarga pejabat itu kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia, yang mayoritas masih hidup di bawah standar kelayakan atau miskin.
 
"Para orang tua terlalu dini melimpahkan kemewahan sebagai hadiah kepada anak-anak mereka," ujar pengamat sosial kemasyarakatan Bambang Irawan Massie saat dimintai pendapatnya, Minggu, 12 Maret 2023.
 
 
Di mata Bambang, pemberian hadiah mewah oleh orang tua kepada anaknya yang belum matang secara usia adalah sebuah kekeliruan.
 
Sama kelirunya dengan pejabat yang memberikan kemewahan berlebihan kepada istri mereka, katanya.
 
Kilat.com meminta pendapat Bambang mengenai fenomena viralnya anak dan keluarga pejabat publik yang memamerkan kemewahan di media sosial.
 
Baca Juga: Melani Subono Ingin Toyor Mario Dandy Satriyo Gegara Songong Pelototi Wartawan, Inul Daratista: Keplak Wae!

Selanjutnya Bambang Irawan Massie mengatakan, seharusnya  para pejabat publik itu mengajari anak dan keluarganya  berempati kepada kondisi sosial Indonesia yang mayoritas warga negaranya masih hidup miskin.
 
"Mereka (keluarga pejabat publik, red) belum matang secara sosial  karena  tidak diajari untuk memiliki empati terhadap mayoritas penduduk Indonesia yang hidup di bawah standar," papar  lulusan Corporate Finance  dari University of Tennesse, USA, yang pernah menduduki posisi penting di sebuah bank asing ini.
 
Sebagai profesional yang sudah purna tugas, Bambang bersyukur sepanjang kariernya di berbagai perusahaan lokal dan multinasional, tidak memiliki akses kepada fasilitas kekuasaan sehingga tidak membuka peluang berbuat korupsi, kolusi, dan nepotisme.
 
 
"Sebagai pensiunan,  pengalaman kerja saya seluruhnya di wilayah swasta asing dan nasional. Tidak ada latar belakang di wilayah kekuasaan yang memiliki akses pada peraturan  atau fasilitas khusus yang memungkinkan bisa menjelma menjadi langkah melawan hukum seperti korupsi, kolusi, nepotisme," paparnya.

Dengan mengungkap latar belakang profesinya itu, Bambang ingin menegaskan bahwa  kemudahan fasilitas dari negara yang seharusnya dijadikan sebagai amanah untuk menyejahterakan rakyat. 
 
Terkadang, malah membuat pejabat publik itu buta dan berbuat curang.
 
 
"Pandangan saya jelas dan sederhana, syndrome pamer harta khususnya oleh anak-anak dan keluarga para pejabat itu barangkali karena begitu mudahnya mereka menerima limpahan harta dari para orang tuanya yang berprofesi sebagai pemilik akses kepada kemudahan-kemudahan berkolusi dan berkorupsi," pungkas pengelola sebuah lembaga amal itu.
 
Sebagai mana diberitakan, mereka yang  menjadi sorotan adalah  Mario Dandy Satriyo yang pernah memamerkan mobil mewah dan kemudian terlibat  tindak pidana penganiayaan.
 
Mario adalah anak Rafael Alum Trisambodo, seorang pejabat di Ditjen Pajak Kemenku RI.
 
Netizen juga menyorot prilaku hedon istri kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) Jakarta Timur, Sudarman Harjasaputra yang memamerkan tas berharga ratusan juta. (*)
 

Editor: Risvania Andaresta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X