Senin, 27 Maret 2023

Detik-detik Erupsi Gunung Merapi Hari Ini, Masyarakat Diimbau Tak Lakukan Kegiatan

- Sabtu, 11 Maret 2023 | 17:50 WIB
Penampakan erupsi Gunung Merapi pada Sabtu, 11 Februari 2023. (Sumber: BPBD DIY)
Penampakan erupsi Gunung Merapi pada Sabtu, 11 Februari 2023. (Sumber: BPBD DIY)

KILAT.COM - Gunung Merapi di Provinsi Jawa Tengah mengalami erupsi, Sabtu, 11 Maret 2023 pukul 12.12 WIB.

Durasi erupsi kali ini cukup panjang karena letusan masih berlangsung hingga pukul 12.31 WIB.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, awan panas terus keluar dari puncak Gunung Merapi usai erupsi awal dilaporkan.
 
Arah awan panas dominan mengarah ke barat daya atau ke Kali Bebeng dan Krasak.
 
Erupsi tersebut juga membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang dan Boyolali mengalami hujan abu.
 
 
Di Magelang, ada 11 kecamatan yang terpapar abu vulkanik Merapi dan Boyolali ada 1 kecamatan, yakni Selo.
 
Abu tebal masih menghujani wilayah tersebut pada Sabtu, 11 Maret 2023 pukul 15.00 WIB.
 
Warga bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan aparat terus bersiaga memantau aktivitas Gunung Merapi.
 
 
Lebatnya hujan abu membuat hampir seluruh wilayah permukiman warga di Desa Krinjing tertutup lapisan abu hingga ketebalan satu sentimeter.
 
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat adanya guguran lava Gunung Merapi sebanyak satu kali dengan jarak luncur sejauh 1.500 meter ke arah barat daya.
 
'Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km," tulis situs BPPTKG.
 
 
Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
 
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak gunung.
 
BPPTKG Daerah Istimewa Yogyakarta mengungkapkan bahwa Gunung Merapi masih mengalami erupsi hingga pukul 12.31. Muntahan awan panas Merapi mengarah ke Kali Bebeng/Krasak.
 
 
"Jarak 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak. Saat ini erupsi masih berlangsung," sebut BPPTKG.
 
Sementara itu, laporan Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan menyebutkan bahwa awan panas guguran itu juga memicu abu vulkanik yang mengarah ke barat laut-utara.
 
Petugas Pos Babadan, Yulianto mengatakan Pos Babadan mulai terdampak abu vulkanik cukup tebal.
 
"Kalau APG-nya mengarah ke Barat Daya, ke Kali Bebeng dan Krasak. Tapi kalau abu vulkanik ke arah barat laut-utara. Karena faktor angin, ya," katanya.
 
Untukmengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi, masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun.
 
Masyarakat juga diminta agar selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
 
Saat ini, status Gunung Merapi masih dalam level III atau 'siaga' sejak November 2020. (*)
 

Editor: Risvania Andaresta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X