Rabu, 7 Desember 2022

Sri Mulyani Sebut APBN Catat Defisit Rp169,5 Triliun per Oktober 2022

- Kamis, 24 November 2022 | 17:53 WIB
Menkeu Sri Mulyani menyebut APBN mencatat defisit sebesar Rp169,5 triliun atau 0,91 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per Oktober 2022. (ANTARA/Agatha Olivia Victoria)
Menkeu Sri Mulyani menyebut APBN mencatat defisit sebesar Rp169,5 triliun atau 0,91 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per Oktober 2022. (ANTARA/Agatha Olivia Victoria)

JAKARTA, kilat.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat defisit sebesar Rp169,5 triliun atau 0,91 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per Oktober 2022.

"Namun realisasi defisit ini masih jauh dari target Rp840,2 triliun atau 4,5 persen PDB pada akhir tahun ini," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers: APBN KITA November 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis, 24 November 2022.

Defisit terjadi akibat realisasi belanja negara yang sedikit lebih besar, yakni Rp2.351,1 triliun dibanding pendapatan negara yang mencapai Rp2.181,6 triliun.

Baca Juga: Begini Tampilan dan Item Baru Tema Messi di PUBG Mobile

Ia mengungkapkan realisasi belanja negara tersebut tumbuh 14,2 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) dan meliputi belanja pemerintah pusat Rp1.671,9 triliun yang tumbuh 18 persen (yoy) dan transfer ke daerah Rp679,2 triliun atau meningkat 5,7 persen (yoy).

Belanja pemerintah pusat meliputi belanja kementerian/lembaga sebesar Rp754,1 triliun atau terkontraksi 9,5 persen (yoy), serta belanja non kementerian/lembaga Rp917,7 triliun atau tumbuh 57,4 persen (yoy).

Tingginya pertumbuhan belanja non kementerian/lembaga disebabkan realisasi belanja kompensasi dan subsidi yang masing-masing mencapai Rp268,1 triliun dan Rp184,5 triliun.

Baca Juga: KPK Blokir Rekening Tersangka Suap dan Gratifikasi AKBP Bambang Kayun

Sri Mulyani melanjutkan, pendapatan negara yang tumbuh 44,5 persen (yoy) terdiri dari penerimaan perpajakan Rp1.704,5 triliun atau tumbuh 47 persen (yoy) serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp476,5 triliun atau naik 36,4 persen (yoy).

Halaman:

Editor: Anggi Tiar

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apa Itu Bitcoin? Ini Penjelasan dan Keunggulannya

Senin, 5 Desember 2022 | 11:50 WIB

Jelang Natal, Harga Telur dan Hasil Bumi Naik!

Senin, 5 Desember 2022 | 09:10 WIB
X