Sabtu, 10 Desember 2022

Amburadul Polisiku

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:59 WIB
Imam Anshori Saleh
Imam Anshori Saleh

Pagi-pagi membaca berita di berbagai daerah di Tanah Air. Mata tertumbuk pada dua berita yang menyedihkan. Yang satu ada seorang Kapolres Nunukan, Kalimantan Timur, yang dicopot dari jabatannya karena aksi brutalnya menendang dan memukul anak buah dan videonya sempat viral. Satu lagi ada polisi menembak sesama anggota polisi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Kalau dulu berita seperti itu segera disusul dengan keterangan pers dari Humas Polri setempat, ada kesalahpahaman. Sekarang alasan itu dianggap kuno. Ingin mencitrakan polisi itu tak pernah bersalah. Yang salah selalu penjahat. Peryatan itu semua perbuatan oknum, bukan anggota, juga klise. Bukankah jajaran itu merupakan kumpulan dari oknum-oknum?

Jika kejadian seperti hanya satu atau dua kali dalam setahun mungkin alasan semacam itu bisa dipahami. Tapi dalam kurun waktu hanya beberapa minggu terakhir ini banyak diberitakan kelakuan anggota polisi yang menyimpang lainnya di sekitar Jakarta dan di berbagai daerah. Anggota polisi di Tangerang yang membanting "smackdown" mahasiwa peserta unjuk rasa sampai pingsan, polisi yang membujuk anak gadis seorang tersangka berhubungan badan, polisi yang menjual barang bukti, polisi berhubungan intim dengan istri anak buahnya, polisi mengedarkan narkoba, polisi terlibat perampokan mobil, dan lain-lainnya.

Penyimpangan anggota polisi masif dipertontonkan dimana-mana. Ini membuat kita meragukan fungsi perlindungan polisi untuk rakyat. Ini juga kenyataan yang membalikkan pernyataan slogan "Polri presisi" yang digaungkan pimpinan Polri. Slogan yang disampaikan calon Kapolri Jenderal Listyo Sigit waktu fit and poper test di Komisi III DPR itu tak menembus ke jajaran Polri sampai bawah. Hanya indah terpampang pada spanduk, baliho, dan pernyataan.

Belum lagi diungkap di sini sederet aksi oknum anggota Polri yang menderai korps Bhayangkara itu. Bagaimana akan mewujudkan konsep "Polri Presisi" jika jajarannya amburadul seperti itu? "Polri Presisi" merupakan nama konsep program yang dibentuk oleh Kapolri Listyo Sigit. Presisi adalah singkatan dari prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan.

Menurut Kapolri, pendekatan ini bisa membuat pelayanan lebih terintegrasi, modern, mudah, dan cepat.

Itulah pekerjaan rumah yang sangat besar dan berat yang mesti dibenahi Polri sebelum membenahi kamtibmas. Meti meninjau ulang model pendidikan dan pembinaan di jajaran Polri. Jika perilaku para anggota Polri dibiarkan amburadul seperti sekarang, alih-alih Polri mampu menumbuhkan rasa aman dan tenteram masyarakat, mendapatkan kepercayaan pun sulit. (*)

Editor: Yuska Apitya Aji

Tags

Terkini

Tragedi dari Brigadir Yosua ke Prada Indra

Senin, 28 November 2022 | 09:18 WIB

Terjawab Spekulasi Siapa Panglima TNI

Jumat, 25 November 2022 | 14:57 WIB

Sepenggal Ayat Suci di Pembuka Piala Dunia

Selasa, 22 November 2022 | 11:05 WIB

Kita Jaga Kondusivitas Kamtibmas Selama KTT G20

Senin, 14 November 2022 | 08:40 WIB

Musim Berburu Restu Kyai

Kamis, 10 November 2022 | 10:00 WIB

Presiden 2024 di Tangan Kaum Muda

Jumat, 4 November 2022 | 14:46 WIB

NU, Paham Wahabi, dan Komite Hijaz

Minggu, 30 Oktober 2022 | 11:10 WIB

Pesan Jokowi untuk Pilih Capres

Senin, 24 Oktober 2022 | 09:05 WIB

Saatnya Polri Masuk Instalasi Gawat Darurat

Senin, 17 Oktober 2022 | 06:30 WIB

Membaca Peta Koalisi Pasca Pencapresan Anies

Rabu, 5 Oktober 2022 | 10:35 WIB

Duka untuk Tragedi di Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:45 WIB

Menghadapi Pembangkangan Lukas Enembe

Selasa, 27 September 2022 | 09:51 WIB

Tarung Ulang Mega-SBY

Kamis, 22 September 2022 | 08:40 WIB

Kali Ini 'Tidak Masuk Mas Eko'

Sabtu, 17 September 2022 | 16:07 WIB

Geger Koruptor Bebas Berjamaah

Minggu, 11 September 2022 | 08:30 WIB

Rasional Merespon Kenaikan Harga BBM

Senin, 5 September 2022 | 07:57 WIB

Suharso Terpeleset 'Amplop Kiai'

Senin, 29 Agustus 2022 | 07:30 WIB

Antara Farel dan Sambo

Rabu, 24 Agustus 2022 | 08:09 WIB

Mereformasi Polri Pasca Penembakan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:10 WIB
X